Bagaimana pendapat anda begitu membaca judul artikel ini? Anda mungkin berpikir..."Ada ya cara ngobrol dengan bangsa tertentu?". "Pake gerak-gerik kah?" "Mungkin sambil nyanyi?" "Ato harus pake puisi?" "Pake nada tinggi dan serius ala pidato?"
Meskipun bahasa Jepang anda bagus, dalam artian mengerti semua kosa kata, hapalan grammar yang mantap, tapi pernah kah anda merasa sangat kesulitan membuat teman Jepang anda mengerti dengan mudah apa yang anda bilang. Mungkin anda memang perlu jungkir balik dulu baru bisa membuat mereka mengerti.... Dan anda harus ingat bahwa mereka adalah titisan dewa matahari, jadinya perlu teknik berbicara ala para dewa.
Di sini saya cuma share pengalaman saya bercakap-cakap dengan orang matahari terbit ini. Beberapa point saya dapat juga dari sumber buku "Bagaimana berkomunikasi efektif ala samurai"....
Jadi siapkan pedang anda sebelum membaca tulisan di bawah ini. Dan kalau anda tidak mengerti, berhati-hatilah jangan sampai anda lari sampai gunung Fuji dan ber-harakiri ria di sana.
=====================================================
Berikut cara-caranya:
Latar belakang dan tujuan
Bagi anda yang sudah sangat familiar dengan penulisan proposal dan karangan ilmiah, mungkin saatnya menerapkan keahlian anda.
Begini contoh memulai pembicaraan:
"Eh gue mo ngomongin bos kita nih.... " atau ... "Ini cuman gosip sih ... "
5w 1H
Mari kembali ke jaman kita mulai belajar mengarang indah. Masa-masa di mana kita sangat akrab dengan 5W 1H. Kita harus jelas menyebutkan di mana, kapan, siapa, berapa, mengapa dan bagaimana. Contoh nya:
"Kemaren ya, gue pergi ke warung di deket kosan, ceritanya mo cari makan, warungnya banyak, deket sih .. jadinya cuman jalan kaki"
Konkrit, tepat dan aktual
Siapkan selalu fakta-fakta yang aktual, tajam dan terpercaya. Kalau anda berbicara mengawang-awang, penuh kebohongan dan menuntut daya imajinasi tinggi, niscaya lawan bicara anda akan terkapar kebingungan. Mereka sangat deskriptif, detil, logis dan tidak ambigu ketika berbicara.
(saya tidak bisa memberikan contoh di sini karena saya selalu berputar-putar ketika berbicara)
Klimaks
Siapkan selalu inti dalam obrolan. Ketika anda sudah menyebutkan semua latar belakang, tujuan, 5W1H, fakta2 yg lengkap, dan ketika lawan bicara anda sudah "on", barulah anda bilang inti dari informasi. Bagitu anda sudah mengucapkan inti dan fase klimaks obrolan, pasti para dewa ini akan bertepuk tangan dengan riang gembira.
Panjaaang & lamaaa
Semakin panjang, semakin bagus. Semakin panjang grammar pun semakin sopan.
Ya ya ya ...
Selain kita yang ngomong, kita harus dengan penuh kesabaran dan kelembutan dalam mendengar mereka berbicara. Saat mereka menyebutkan latar belakang dan tujuan, jangan segan-segan untuk manggut-manggut dan bilang "ya .. ya ..." di setiap akhir kalimat. Ini tanda anda memperhatikan dan mendengar lawan bicara anda.
Pujian dan doa
Cukup pujian dan sanjungan. Tanda apresiasi terhadap lawan bicara, jangan segan-segan untuk memuji. "kereeennn.... lucu....." dan sebagainya ...
Ini salah satu contoh obrolan:
Kemaren-kemaren ya ..... gue juga ada kejadian salah mesen makanan di restoran ...
Jadi ceritanya gini nih ...
Sekitar jam 2, gue sama bokap & nyokap gue jalan-jalan di sekitar shibuya. Sekitar jam 12 kita dah makan siang sih... tapi jam 4 rasanya kok dah laper lagi ....
Trus kita mampir di warung ramen di shibuya yang namanya "Ramen Mang XYZ". Di warung itu ada menu porsi XL, L, M dan S. Kita bertiga mesennya S.
Tapi kita ndak sadar kalo yang kita makan tuh ternyata ukuran L. Kita makan aja ndak peduli ukurannya. Trus bokap juga bayar2 aja tuh.
Trus baru sadar pas pulang ngeliat nota pembayaran ternyata kita makan ukuran L. Bener-bener shock deh.
- End -
=========================================================
Kalau dibandingkan dengan kita-kita orang Indonesia, mungkin tidak banyak bedanya (mungkin kita juga titisan para dewa, pulau Dewata kan ada juga tuh...).
Tapi kadang kita tidak perlu berbicara mengenai latar belakang dan tujuan pembicaraan. Cukup klimaks dan bumbu-bumbu lawakan dan kebohongan.